Artikel Materi Gagap


GAGAP
Oleh:
 Anggun Marta Rena R01
Latar Belakang
Gangguan berbahasa dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu gangguan berbicara, gangguan berbahasa, dan gangguan berpikir. Gangguan berbicara merupakan gangguan yang terjadi karena gangguan atau kerusakan pada organ bicara seseorang yang menyebabkan terganggunya komunikasi normal. Sedangkan gangguan yang terjadi karena faktor lingkungan sosial dapat terjadi karena lingkungan hidup yang tidak alamiah, minsalnya tersisih atau terisolasi dari lingkungan masyarakat normal.
Salah satu kesalahan bentuk bahasa indonesia adalah gangguan berbahasa gagap. Gangguan berbahasa jenis gagap ini merupakan bagian dari kecacatan komunikasi yang memang menjadi satu fenomena manusia. Gagap merupakan gangguan berbicara dengan indikasi tersedatnya pengucapan kata-kata atau rangkaian kalimat. Kelainan ini dapat berupa kehilangan ide untuk mengeluarkan kata-kata, pengulangan beberapa suku kata, kesulitan mengeluarkan bunyi pada huruf-huruf tertentu, sampai dengan ketidakmampuan mengeluarkan kata-kata sama sekali.
PEMBAHASAN
Chaer (2009:153) menjelaskan bahwa gagap merupakan suatu kondisi dimana pembicara mengalami kekacauan saat berbicara karena tersedat-sedat, mendadak berhenti, mengulang-ulang suku kata pertama hingga penderita berhasil berbicara hingga selesai. Penderita gagap ini sering kali tidak berhasil mengucapkan suku kata awal dengan usah payah hanya mampu mengucapkan konsonan atau vokal awal saja. Lalu ia mememilih kata lain dan berhasil menyelesaikan kalimat tersebut meskipun dengan susah payah juga.
Minarti (2010) menyatakan bahwa gagap adalah gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara. Terdapat pengulangan suara, suku kata atau kata, atay suatu bloking yang spasmodik, bisa terjadi spasme tonik dari otot-otot bicara seperti lidah, bibir dan laring. Gagap adalah masalah bicara yang mempengaruhi kefasihan bicara. Kesulitan yang ditandai dengan pengulangan bagian pertama dari kata yang hendak diucapkannya atau menahan bunyi tunggal di tengah kata. Jadi, gagap merupakan suatu kondisi dimana si penderita mengalami gangguan berbicara dengan indikasi tersedatnya pengucapan kata-kata atau rangkaian kalimat. Kelainan ini dapat berupa kehilangan ide untuk mengeluarkan kata-kata, pengulangan beberapa suku kata. Kesulitan mengeluarkan bunyi pada huruf-huruf tertentu, hingga kegagalan dalam menegeluarkan kata-kata. Berdasarkan tipenya, gagap dibagikan menjadi 3 jenis, yaitu:
1.      Gagap perkembangan. Gagap perkembangan biasa terjadi pada anak-anak usia 2-4 th dan remaja yang sedang memasuki masa pubertas. Kondisi gagap pada periode usia 2-4 th merupakan keadaan yang masih wajar terjadi karena sebagian dari proses perkembangan bicara anak. Gagap ini muncul karena kontrol emosi penderita yang masi relatif rendah serta antusiasme anak untuk mengemukakan ide-idenya belum disertai dengan kematangan alat bicaranya.
2.      Gagap sementara atau gagap ringan. Gagap sementara ini biasanya dialami oleh anak-anak usia 6-8 th, umumnya gagap ini dijebabkan oleh faktor psikologis.
3.      Gagap menetap. Gagap menetap ini terjadi pada anak usia 3-8 th. Biasanya gagap ini disebabkan oleh faktor kelainan fisiologis alat bicara dan akan terus berlangsung.
Menurut Dr. Ehud Yairi, Ph.D. dari Departement of Speech and Hearing Sciece, Universitas Illinois, Amerika Serikat. Tanda-tanda anak yang mengalami gagap adalah sebagai berikut:
1.      Anak terlihat mengulang-ulang bunyi lebih dari dua kali, seperti i-i-i- ini
2.      Anak tampak tegang dan berjuang untuk bicara, hal ini dapat terlihat dari otot-otot wajah anak, terutama disekitar mulut.
3.      Nada suara yang tidak stabil, mungkin naik seiring pengulangan.
4.      Terkadang pula suara anak terdengar seperti terceka, udara atau suara tertahan selama beberapa detik.
Gagap disebabkan oleh multifaktor yaitu faktor keturunan, perkembangan bahasa, perilaku yang dipelajari, faktor orang tua, faktor kejadian dalam kehidupan dan faktor emosi seperti kecemasan. Faktor utama sebagai penyebab gagap adalah kritikan yang terus diterima oleh seseorang sejak masa kecil sehingga menimbulkan kecemasan dalam bicara. Ketika anak mengalami penngkatan rangsangan emosi seperti kecemasan maka kegagapan akan muncul. Oleh karena itu kecemasan menjadi awal mula terjadinya kegagapan pada anak akibat perlakuan yang negatif.
Gagap atau tidaknya seseorang anak sudah bisa dideteksi sejak fase true speech (bicara benar) di usia 18 bulan. Kegagapan ini akan tampak jelas saat anak-anak berusia 4-5 th. Pada usia 4-5 th ini seharusnya perkembangan bahasa anak sudah baik, pemahamannya sudah bagus, pembentukan kalimat, bahasa ekspresif, kelancaran bicaranya juga sudah bagus dan sosialisasi anak juga sudah luas.
SOLUSI
Beberapa metode yang digunakan untuk mengobati gagap adala:
·         Terapi bicara. Terapi ini berfokus pada mengurangi frekuensi munculnya gejala gagap saat berbicara. Pasien akan diberikan arahan untuk meminimalkan munculnya gagap dengan berbicara lebih berlahan, mengatur penafasan saat berbicara, dan memahami kapan gagap akan muncul. Terapi ini juga dapat menghilangkan kegelisahan pada penderita yang sering muncul ketika akam melakukan komunikasi.
·         Menggunakan peralatan khusus. Pasien dapat menggunakan peralatam khusus yang bertujuan untuk mengendalikan gejala. salah satu alat yang sering digunakan untuk mengendalikan gejala gagap adalah DAF ( delayed auditory feedback). Alat ini berkerja dengan mengulang apa yang pengguna ucapkan, sehingga membuat pengguna seperti berbicara serempak dengan orang lain.
·         Terapi perilaku kognitif. Terapi pelaku kognitif bertujuan untuk mengubah pola pikir yang dapat memperburuk kondisi gagap. Selain itu, metode ini juga dapat menghilangkan stres dan rasa gelisah yang dapat memicu gagap.
Sumber  
Nurjaya Kamal Hamdani. 2013. Analisis Bicara (Gagap) Pada M.H.R Suatu Kajian Pada Psikolinguistik. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Diakses di https://www.academia.edu/27606714/ANALISIS_GANGGUAN_BERBICARA
Yana, Putu Ardika. 2015. Emphatic Love Therapy untuk menurunkan kecemasan pada orang dengan gangguan gagap.Universitas Gajah Mada. Di akses di file:///C:/Users/user/Downloads/S2-2015-339331-introduction.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI 6

MATERI 3